PARLEMENTARIA, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyambut baik peresmian 204 satuan baru di tubuh TNI pada momentum HUT ke-81 TNI. Meski demikian, ia mendorong pembentukan satuan baru tersebut diikuti penguatan kualitas personel dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).
“HUT TNI tahun ini terasa istimewa karena bersamaan dengan peresmian 204 satuan baru oleh Presiden Prabowo Subianto,” kata Sukamta dalam rilis yang diterima Parlementaria, Rabu (8/10/2026).
Diketahui, Presiden Prabowo melantik dan mengukuhkan 204 satuan baru dalam upacara HUT ke-81 TNI lalu. Satuan tersebut terdiri dari enam Kodam, satu Divisi Parako II Pasgat, satu Brigade Infanteri Marinir, satu Brigade Parako Pasgat, 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (TP), serta 150 Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan.
Sukamta mengungkapkan bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah menjelaskan alasan di balik pembentukan 204 satuan baru, yakni sebagai upaya menjaga kedaulatan Indonesia. Adapun satuan baru yang tersebar di pulau-pulau terkecil itu juga disebut dibentuk untuk menjaga pulau-pulau yang tak berpenghuni.
“Saya menyambut baik penguatan ini. Wilayah Indonesia sangat luas, terdiri atas ribuan pulau dan berada di kawasan yang sangat strategis. Dinamika keamanan juga terus berkembang. Karena itu, kemampuan TNI untuk hadir dan bergerak cepat di seluruh wilayah Indonesia memang perlu terus diperkuat,” urai Legislator dari Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.
Menurut Sukamta, kesiapan setiap satuan baru perlu dipastikan, mulai dari kecukupan dan kualitas personel, Alutsista, logistik, infrastruktur, sistem komando dan kendali, hingga dukungan anggaran. "Jangan sampai organisasinya tumbuh, tetapi kemampuan operasionalnya tidak tumbuh sebanding,” papar Sukamta.
Ia menegaskan bahwa tujuan penambahan satuan di TNI bukanlah sekadar bertambahnya Kodam, brigade, batalyon atau skadron, melainkan peningkatan pada daya tempur dan daya tangkal Indonesia
Sukamta pun mengingatkan enam kodam baru yang berada di wilayah dengan karakter berbeda-beda. Kepulauan Riau disebut mempunyai lingkungan strategis yang berbeda dengan DIY, NTT, NTB, Maluku Utara maupun Papua Tengah.
“Maka pengembangan masing-masing Kodam perlu mempertimbangkan kondisi geografis, demografis dan potensi ancaman di wilayahnya. Tidak harus semuanya dikembangkan dengan pola yang sama,” ujar Sukamta.
Politisi Fraksi PKS itu juga menyoroti pembentukan satuan teritorial pembangunan dalam jumlah cukup besar. Ia menyebut, TNI mempunyai sejarah panjang dalam membantu masyarakat dan pembangunan di berbagai daerah.
“Peran ini tentu penting, terutama di wilayah yang masih membutuhkan dukungan. Namun, pelaksanaannya tetap perlu dijaga secara proporsional agar tugas utama TNI sebagai alat pertahanan negara tetap menjadi orientasi utama,” pesannya.
Di sisi lain, Sukamta menekankan perubahan karakter ancaman pertahanan yang semakin kompleks. “Hari ini kita berbicara tentang drone, rudal presisi, sistem tanpa awak, serangan siber, kecerdasan buatan, peperangan elektronik dan operasi informasi,” tutur Sukamta.
Karena itu, penguatan struktur kewilayahan, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan modernisasi alutsista, penguasaan teknologi, penguatan intelijen serta peningkatan kemampuan operasi gabungan antarmatra.
“Pada akhirnya, keberhasilan pembentukan 204 satuan baru ini akan terlihat dari hasilnya: apakah TNI menjadi semakin siap, semakin cepat merespons ancaman dan semakin mampu menjaga seluruh wilayah Indonesia. Itu yang perlu kita dukung sekaligus kita kawal bersama,” terangnya.
Di akhir, Sukamta menyampaikan selamat HUT ke-81 TNI kepada seluruh prajurit, purnawirawan dan keluarga besar TNI di seluruh Indonesia. TNI resmi menginjak usia ke-81 pada 5 Oktober 2026. “Selamat HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia. Semoga TNI semakin profesional, modern dan kuat, tetap bersama rakyat serta senantiasa menjadi penjaga kedaulatan Republik Indonesia,” ungkap Sukamta.
Sukamta juga memberikan apresiasi kepada dedikasi seluruh prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan Negara. “Terima kasih atas pengabdian para prajurit yang selama ini menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI. TNI juga selalu hadir dalam berbagai keadaan sulit yang dihadapi masyarakat,” katanya.
“Di tengah situasi dunia yang semakin tidak menentu, Indonesia tentu membutuhkan TNI yang kuat, profesional, modern dan tetap dekat dengan rakyat. Dirgahayu TNI,” tutup Sukamta. (hal/aha)