PARLEMENTARIA, Tangerang - Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI terus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap diplomasi parlemen. Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan BKSAP Day di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, Banten, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa, khususnya dari Fakultas Hubungan Internasional UPH, untuk mengenal secara langsung peran dan kerja BKSAP DPR RI dalam berbagai forum internasional.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan kerja-kerja BKSAP sekaligus menyerap masukan dari kalangan mahasiswa.
"Kami melakukan sosialisasi di Universitas Pelita Harapan. Kita sharing, kita bersosialisasi mengenai kegiatan BKSAP di forum internasional, dan juga kita memberikan masukan, meminta masukan-masukan dari teman-teman mahasiswa, rekan-rekan dari UPH juga, dan kami memberikan jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan secara langsung kepada teman-teman mahasiswa UPH," terang Husein kepada Parlementaria usai pertemuan.
Menurutnya, interaksi langsung dengan mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperkenalkan praktik diplomasi parlemen yang dijalankan DPR RI. Terlebih, mahasiswa Hubungan Internasional memiliki ketertarikan terhadap dunia diplomasi dan peluang berkarier di bidang tersebut.
"Karena kita melakukan praktik langsung, diplomasi langsung, dan ini cukup hal yang cukup menarik dan diskusinya cukup hangat ya berjalan terus-menerus. Ya mudah-mudahan ke depan kita bisa terus mensosialisasikan apa yang telah menjadi kerja-kerja kami di BKSAP DPR kepada teman-teman mahasiswa yang ada di seluruh Indonesia, seperti itu," ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.
Lebih lanjut, Husein menyampaikan antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan selama diskusi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya ingin mengetahui konsep diplomasi parlemen, tetapi juga pengalaman nyata anggota DPR RI ketika mengikuti forum internasional.
"Tentunya kebetulan ini yang hadir adalah teman-teman mahasiswa dari Fakultas Hubungan Internasional, tentunya mereka memiliki rasa keingintahuan yang cukup besar. Karena mereka mungkin ada yang cita-citanya ke depan menjadi diplomat ataupun menjadi duta besar ataupun menjadi anggota DPR RI dan masuk ke badan seperti BKSAP ke depan," ungkapnya.
Ia menambahkan, mahasiswa juga menanyakan secara langsung mengenai realitas yang dihadapi anggota parlemen ketika menjalankan diplomasi di forum internasional sebagai second-track diplomacy.
"Dan mereka menanyakan apa yang real, secara realitanya terjadi pada saat kami dari parlemen menghadiri forum-forum internasional tersebut ya. Nah, ini menjadi menarik. Itu yang kami ceritakan kisah-kisah real yang kami lakukan pada saat kita melakukan kunjungan," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa turut mempertanyakan ukuran keberhasilan diplomasi parlemen, termasuk mengenai indikator kinerja dan dampaknya bagi masyarakat. Husein menegaskan bahwa kerja BKSAP pada forum internasional diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia.
"Dan tentunya kami juga memberikan, ada pertanyaan yang menarik mengenai apa sebetulnya yang menjadi KPI daripada BKSAP? Apa hasilnya? Apa dampaknya? Apa yang dirasakan oleh masyarakat? Tentunya kami menjelaskan, teman-teman anggota BKSAP juga menjelaskan bahwa ini juga demi kepentingan bangsa Indonesia, kepentingan bangsa Indonesia akan menyuarakan di level internasional dan kami secara detail juga telah memberikan contoh-contoh yang nyata gitu bagi teman-teman mahasiswa," tutupnya. (mfn/rdn)